Jumat, 10 April 2020

Proses Ejakulasi dan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Tanpa Obat

Sumber: merdeka.com

Salah satu masalah yang kerap dialami pria yang sudah memiliki pasangan adalah ejakulasi dini. Ejakulasi dini sendiri ialah fenomena di mana seorang pria mengalami orgasme terlalu cepat setelah mengalami stimulasi penis yang minimal. Ejakulasi dini ini bukanlah suatu hal yang perlu ditakutkan, karena meski hal ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal umur, penyakit ini bisa disembuhkan karena banyak cara untuk mengatasinya yang bisa ditempuh. Bagaimana cara mengatasi ejakusi dini tanpa obat?

Berdasarkan informasi di internet, ketika seorang pria mengalami rangsangan secara seksual, maka sebuah sinyal akan diberikan dari otak ke organ reproduksi pria yang menyebabkan seorang pria mengalami ejakulasi. Proses ejakulasi ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

a. Tahapan pertama yaitu emisi. Tahapan emisi ini yaitu ketika sperma berpindah dari testis ke prostat untuk dicampur dengan cairan mani. Nantinya campuran sperma dan cairan mani tersebut akan dipindahkan kebagian bawah penis pria melalui saluran yang bernama vas deferens.

b. Tahapan kedua yaitu pengeluaran, tahapan pengeluaran Ini biasa terjadi pada pria yang sedang mengalami orgasme. Pada tahapan ini, otot bagian bawah penis akan berkontraksi dan membuat campuran sperma dan mani tersebut keluar dari penis pria.

Saat campuran cairan tersebut keluar dari penis pria, maka pria akan berhenti mengalami ereksi. Walaupun begitu, seorang pria bisa mengalami ejakulasi tanpa mengalami ereksi.

Berikut ini merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pria yang mengalami ejakulasi dini.

1. Konseling atau psikoterapi

Konseling atau psikoterapi dengan psikolog merupakan langkah pertama yang bisa pria lakukan jika sudah tidak bisa melakukan penanganan dengan cara sendiri. Konseling atau psikoterapi ini dapat membantu mencari akar masalah bagaimana seseorang mendapatkan masalah ejakulasi dini tersebut. Konseling atau psikoterapi ini dapat mebahas masalah dalam hubungan, meredakan kecemasan, sekaligus dapat menumukan bagaimana cara untuk meredakan stres. Terapi ini juga dapat dipadukan dengan pemberian obat untuk meredakan masalah ejakulasi dini.

2. Menjaga komunikasi dengan pasangan

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini yaitu melakukan terapis dengan menjaga komunikasi dengan pasangan. Mengkomunikasikan masalah dimiliki sehari-hari serta tentu saja masalah di ranjang membuat pasangan dapat menerima dan meredakan kecemasan akan performas dan kepuasan masing-masing. Hal ini terbukti dapat mengembalikan stamina pria dalam melakukan hubungan seksual. Kunci dari cara ini ialah jujur dan terbuka dengan pasangan.
    
Selanjutnya, pasangan wanita juga perlu membantu pria untuk mengatasi ejakulasi dini dengan beberapa cara berikut :

1. Sarankan menu pra-permainan

Cara ini mungkin sedikit tidak waras, namun trik ini akan sangat membantu untuk mengatasi ejakulasi dini pada pria. Sebelum melakukan hubungan seksual, mintalah pasangan Anda untuk melakukan masturbasi. Mengapa pria harus masturbasi sebelum melakukan hubungan seksual? Menurut penelitian, masturbasi sebelum hubungan seks tidak hanya membuat pria lebih bergairah, tapi juga membuat pria bertahan lebih lama di ranjang. Namun pastikan pasangan Anda tidak melakukan masturbasi tepat sebelum hubungan seks, karena ia perlu memulihkan diri. Waktu yang tepat bagi pria untuk masturbasi adalah beberapa jam sebelum melakukan hubungan seks.

2. Ambil inisiatif

Kebanyakan pria engan untuk meminta bantuan terkait dengan alat vitalnya. Menurutnya itu adalah hal yang sangat memalukan walaupun terhadap pasangan. Oleh karena itu, Anda sudah sepatutnya untuk berinisiatif untuk menawarkan bantuan. Mulailah mengambil bagian posisi di atas agar Anda dapat mengatur ritme permainan. Anda juga dapat menyemprotkan cairan yang bersifat anlgesik untuk membantunya menjadi tahan lama.

3. Beri jeda

Ketika kalian sedang melakukan seks dan ingin memiliki waktu yang panjang, beri dia jeda sejenak. Hal tersebut memberikan ia waktu untuk mendinginkan diri sejenak sebelum panas kembali.  Biarkan dia mengatahui bahwa Anda ingin bereksperimen menhgenai seni menahan diri. Gunakan waktu ini untuk saling berciuman atau saling menyentuh tubuh satu sama lain.

0 komentar:

Posting Komentar