Senin, 02 Juli 2018

WHO golongkan seks komplusif termasuk penyakit mental


Untuk pertama kalinya, organisasi kesehatan dunia (WHO) . Mengklarifikasi jika perilaku kecanduan seks termasuk dalam kategori penyakit mental.

Melansir New York Post, WHO menambahkan kecanduan seks dalam daftar ini beberapa minggu setelah memasukkan kecanduan gim.

Dr Valerie Voon dari Royal College of Psychiatrist mengatakan, 2 - 4 persen dari populasi di Inggris menderita kecanduan seks. Sementara di Amerika Serikat, hal ini memengaruhi 3 - 6 persen orang dewasa.

"Ini adalah perilaku yang cenderung disembunyikan karena memalukan dan sering kali pencandu seks tidak terlihat," kata dia.

"Menambahkan ini ke daftar WHO merupakan langkah yang sangat baik untuk pasien karena memungkinkan mereka dalam mengenali, bahwa mereka menderita masalah. Itu membawanya keluar dari bayang-bayang dan mereka bisa mencari bantuan untuk itu," kata Voon.

Mengabaikan Kehidupan

WHO menggambarkan perilaku seks kompulsif sebagai pola kegagalan dalam mengendalikan dorongan seksual yang intens, berulang-ulang, atau desakan yang menghasilkan perilaku seksual berulang.

Gejalanya terlihat saat seks menjadi fokus utama dari kehidupan seseorang, diabaikannya kesehatan, perawatan pribadi, serta minat dan tanggung jawab.

Perilaku ini haruslah terlihat jelas selama enam bulan atau lebih dan menyebabkan masalah dalam kehidupan pribadi.

Voon menambahkan, hal ini bisa diobati bersamaan dengan kondisi seperti depresi dan kecemasan.

Tetap dengan bahasan mengenai kecanduan seksual. Beberapa waktu lalu, seorang wanita asal Los Angeles mengaku bahwa dirinya mengalami masalah kecanduan seks sejak 12 tahun. Dan kini wanita yang bernama Erica Garza tersebut telah berusia 35 tahun. Sudah cukup lama juga ya!

0 komentar:

Posting Komentar