Senin, 09 Juli 2018

Bilik Kerja, bantu kurangi pengangguran sesuai dengan kebutuhan perusahaan


Salah satu permasalahan yang selalu diupayakan oleh pemerintah adalah bagaimana caranya menciptakan lapangan pekerjaan. Lewat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hingga startup-startup yang bermunculan, diharapkan jumlah pengangguran dapat ditekan.

Namun, dana yang dibutuhkan untuk menjaring lulusan baru atau tenaga berpengalaman tidak sedikit. Mulai dari memasang iklan hingga pemanfaatan psikotes untuk mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan dianggap mempersulit pelaku UKM. Untungnya, kini ada startup besutan Putut Wibowo, Bilik Kerja.

Berbeda dengan situs pencari kerja lainnya

Sama-sama digunakan untuk mempertemukan perusahaan dan pencari kerja, Bilik kerja punya keunggulan tersendiri. Diluncurkan sejak Januari 2018 dalam versi beta, Putut ingin Blik Kerja menjadi solusi khususnya bagi pengusaha baru skala kecil dan menengah yang kesulitan mencari tenaga kerja.

Bilik Kerja menyediakan informasi berisi beragam jenis lowongan pekerjaan yang akan memudahkan para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya. Menariknya, jenis pekerjaan yang ditawarkan lebih bersifat part time, seperti pekerja laundry, waiter, bartende, tenaga pemasaran, hingga ahli nutrisi.

Cara menggunakan bilik kerja

Aplikasi yang disempurnakan telah diluncurkan pada Maret 2018 yang lalu dan memudahkan para pencari kerja untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan yang dibutuhkan. Pertama, pengguna mendaftar lewat aplikasi kemudian melakukan verifikasi dengan mendatangi lokasi training.

Untuk mulai mencari pekerjaan, pengguna wajib memberikan deposit minimal Rp50 ribu. Nantinya Bilik kerja akan mengambil komisi sebesar 10 persen dari upah, yang akan dipotong langsung dari deposit pengguna.

Fitur-fitur lengkap

Untuk mendukung pelayanannya, Bilik Kerja melengkapi aplikasi dan situsnya dengan berbagai fitur menarik. Mulai dari Bilik Kerja yang jadi sarana pencarian kerja paruh waktu, Bilik Event yang mempermudah informasi event sekaligus pembelian tiket, hingga Bilik Akademia sebagai sarana informasi dan turorial untuk memenuhi standarisasi pekerjaan.

Menggandeng berbagai pihak

Untuk melebarkan sayap bisnis, Putut menggandeng berbagai pihak untuk membantu menyerap tenaga kerja. Selain membantu bisnis kecil, Bilik kerja juga bekerjasama dengan beberapa asosiasi seperti hotel maupun kontruksi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Hingga kini, Bilik Kerja telah digunakan oleh 2500 pencari kerja dimana 800 di antaranya sudah terverifikasi. Generasi milenial menjadi pekerja terbanyak yang lebih memilih pekerjaan paruh waktu. Sedangkan yang menjadi mitra pemberi kerja, ada sekitar 100 pelaku bisnis dengan 500 lowongan kerja yang sudah terverifikasi.

Diharapkan Bilik Kerja mampu membantu mengurangi nilai pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Inspirasi ini juga bisa menjadi ide startup baru yang bisa diikutkan The NextDev 2018. Sebagai platform early stage startup di Indonesia, startup tahap awal atau bahkan yang masih berupa gagasan atau konsep, bisa mendapatkan kesempatan seluas-luasnya dalam pengembangannya.

0 komentar:

Posting Komentar